Breaking News

Showing posts with label Hiking. Show all posts
Showing posts with label Hiking. Show all posts

25/08/2014

Pesona Kawah Ijen, Bondowoso, Jawa Timur

Istirahat sejenak dulu ya menceritakan tentang touring Kita Kita. Kali ini, admin mau berbagi informasi tentang sebuah gunung di wilayah Jawa Timur. Kenapa diambil di wilayah Jawa Timur, karena admin berasal dari Jawa Timur (hehehhe). Gunung Ijen atau lebih di kenal dengan Kawah Ijen, adalah salah satu gunung yang masih aktif sampai sekarang. Memiliki ketinggian 2.443 m dari atas permukaan laut, berdinding kaldera setinggi 300-500 m dan telah 4 kali meletus di tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936.

Ijen merupakan satu komplek gunung berapi yang terdiri dari kawah gunung Ijen dan dataran tingginya. Kawasan ini terletak di tiga kabupaten yaitu Situbondo, Bondowoso dan Banyuwangi.

Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang, dimana mengindikasikan gunung ini masih aktif dan beraktifitas. Saat berada di kawasan kawah Ijen, pengunjung bisa menyaksikan para penambang yang sibuk membawa tumpukan belerang di punggung mereka, menyusuri jalan yang curam dan dipenuhi oleh gas beracun yang berbahaya. Kawah Ijen merupakan pusat danau kawah terbesar di dunia, yang bisa memproduksi 36 juta meter kubik belerang dan hidrogen klorida dengan luas sekitar 5.466 hektar.. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan elok. Danau Ijen memiliki derajat keasaman nol dan memiliki kedalaman 200 meter. Keasamannya yang sangat kuat dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.



Bagi mereka yang suka akan petualangan, untuk mencapai Gunung Ijen bisa di akses dari dua arah yaitu, dari utara dan dari selatan. Dari utara, bisa di tempuh melalui Situbondo menuju Sempol (Bondowoso) lewat Wonosari dan dilajutkan ke Paltuding. Jarak Situbondo ke Paltuding sekitar 93 Km dan dapat ditempuh sekitar 2,5 jam. Dari arah selatan, bisa dilalui dari Banyuwangi menuju Licin yang berjarak 15 Km. Dari Licin menuju Paltuding berjarak 18 Km dan diteruskan menggunakan Jeep atau mobil berat lainnya sekitar 6 Km sebelum ke Paltuding. Ini dikarenakan jalan yang berkelok dan menanjak.


Untuk menikmati pemandangan yang indah disaat dini hari, para pendaki biasa mulai menanjak sekitar jam 01.00 wib dini hari. Apabila perjalanan lancar, di puncak kalian akan dapat melihat pemandangan indah berupa blue flame. Seperti sebuah api yang berwarna kebiru-biruan. Keindahan kawah ijen ini sudah sampai di beberapa negara. Terbukti dengan banyaknya para turis asing yang juga datang mengunjungi wisata alam ini. Jalan yang terjal dan berliku, dengan pendakian yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki, menuntut kita untuk selalu berhati-hati dan waspada. 
Keindahan alam semesta ciptaan Allah yang agung ini benar-benar tak bisa dibandingkan dengan apapun. Kalau diantara kalian sudah ada yang pernah menonton film 5cm, itu adalah hal yang benar-benar bermanfaat. Di film itu kita diajak untuk benar-benar menjaga kekayaan alam yang indah ini. Di tempat ini juga terdapat tempat penginapan. Namun karena kebanyakan pengunjung adalah para pandaki gunung dan pencinta alam, mereka lebih memanfaatkan tenda dan membuat api unggun untuk sekedar menghangatkan tubuh sampai saat tiba mendaki.


 
Perjalanan wisata ke kawah Ijen, dimulai dari Paltuding 1,600 mdpl, sebuah pos Perhutani di kaki gunung Merapi- Ijen. Dari sini jalan tanah terus menanjak ke ketinggian 2,400m dpl dengan waktu tempuh 2 jam jalan santai. Sepanjang perjalanan banyak berpapasan dengan pemikul belerang yang ramah bertukar salam. Tiba di bibir kawah, pemandangan menakjubkan berada di depan mata. Sebuah danau hijau tosca dengan diameter 1 km berselimutkan kabut dan asap belerang berada jauh dibawah. Penambang-penambang belerang terlihat kecil dari atas. Untuk menuju ke sumber penghasil belerang tsb., kita perlu menuruni bebatuan tebing kaldera melalui jalan setapak yang dilalui penambang. Sapu tangan basah sangat diperlukan, karena seringkali arah angin bertiup membawa asap menuju ke jalur penurunan.
 
 
Didasar kawah, sejajar dengan permukaan danau terdapat tempat pengambilan belerang. Asap putih pekat keluar menyembur dari semacam pipa besi yang dihubungkan ke sumber belerang. Lelehan 600oC fumarol berwarna merah membara meleleh keluar dan membeku karena udara dingin, membentuk padatan belerang berwarna kuning terang. Terkadang bara fumarol menyala tak terkendali, yang biasanya segera disiram air untuk mencegah reaksi piroporik berantai. Batu-batuan belerang ini dipotong dengan linggis dan diangkut kedlm keranjang. Bernapas dlm lingkungan spt. ini dibutuhkan perjuangan tersendiri, para penambang umumnya bekerja sambil menggigit kain sarung atau potongan kain seadanya sebagai penapis udara.

Disekitar wisata Kawah ijen juga terdapat aliran air kawah belerang yang mengalir bagaikan air sungai. Pemandangan disekitar pun masih sangat hijau. Disana juga kalian bisa menemui bunga Edelweis  yang biasa disebut bunga kebadian. Bunganya kecil-kecil, cantik, dan tak perah layu. Mungkin karena bunga ini tidak pernah layu, jadi disebut bungan keabadian. Namun, disisi lain, Edelweiss merupakan satu rumpun dan sunflower. Kata Edelweiss berasal dari bahasa Jerman "edel" yang berarti mulia dan "weiss" yang berarti putih. Terdapat mitos juga, bagi seorang pasangan yang membawakan bunga Edelweiss ini untuk pasangannya, maka hubungan mereka akan abadi. Yah namanya juga mitos, bisa dipercaya, bisa enggak :). Namun, bunga ini juga tidak boleh diambil sembarangan. Harus dengan ijin pengawas kawah.

Sekian Info tentang Pesona Kawah Ijen Bondowoso,,semoga terhibur

Sumber : http://kitakita-community.blogspot.sg

Mitos dan Jalur Pendakian Gunung Argopuro

Mitos dan Jalur Pendakian Gunung Argopuro - Gunung Argopuro terkenal sangat angker, gunung ini menyimpan misteri legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama enam dayangnya. Konon, Sang Dewi bakal marah besar kalau merasa terusik ketenangannya. Pendaki yang suka usil dan mengusik, kalau tidak kesurupan bisa jadi akan kesasar tidak karuan. Konon terdapat sebuah taman yang sangat gaib yakni Taman Rengganis, tidak semua pendaki dapat melihat taman ini. Beberapa pendaki yang pernah melihat taman ini merasa memasuki sebuah taman yang sangat inidah penuh dengan tanaman bunga dan buah. Pendaki yang mengambil atau memetik tanaman tidak akan dapat keluar taman ini, ia hanya akan berputar-putar di tempat tersebut. Untuk itu hindari merusak tanaman ataupun memindahkan sesuatu. 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJyopHm6LA8nstT9Xbrlo_M0wT8JNOoIdxL1_0UkYpRTN1Uatm2TY66eqbhjegeEaohPbCeYEAAnIQ424hDNVqrlt4aWG5QvectH3yQZ5rJROCHCiTgiLY744CzYDUln-A5PznzPmtRDs/s1600/Gunung+Argopuro.jpg
Gunung Argopuro adalah salah satu gunung dari Kompleks pegunungan Iyang. Terdapat banyak puncak, beberapa puncaknya mempunyai struktur geologi tua dan sebagian yang lainnya lebih muda. Beberapa puncak gunung dalam kompleks ini diantaranya adalah Gunung Semeru ( 2.847m ), Gunung Jambangan ( 2.773m ), Gunung Cemoro Kandang, Gunung Krincing, Gunung Kukusan, Gunung Malang, Gunung Saing, Gunung Karang Sela, dan Gunung Argopuro. Puncak Argopuro berada pada ketinggian 3.088 m dari permukaan laut. Gunung yang sudah tidak aktif lagi kawahnya ini terletak di Kab. Probolinggo Jawa Timur. 
 
Ada dua jalur yang bisa ditempuh menuju puncak Gunung Argopuro yakni sebagai berikut: 
1. Jalur Bremi 
2. Jalur Baderan 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQsPQ0ASPj74EbbB79PQkxezoEUNLqJwHRr2vksQGZTf-Et_NLI7HiEUpGKTw_Om93RuWnVb1szxlRCmEY3O_YtG_FVV7CedJqROE8dxI9sRyzTU1u7FLNZz6kWvKDWUzEz_feU1quS5M/s1600/peta+jalur+gunung+argopuro.jpg
Peta Jalur Pendakian Gunung Argopuro
 
Mekanisme pendakian 
JALUR BREMI 
Untuk menuju Bremi dapat ditempuh dari kota Surabaya naik bus jurusan Probolinggo. Dari kota probolinggo naik bus Akas kecil jurusan ke Bremi. Bus ini berangkat dari pool Akas yang berada di terminal lama, samping hotel Bromo Indah. Bus ini berangkat dua kali, pagi jam 06.00 dan siang jam 12.00, sedangkan kembali dari Bremi menuju kota Probolinggo jam 08.00 dan jam 15.00. Sebelum melakukan pendakian wajib melaporkan diri di kantor polisi sektor Krucil untuk dicatat identitasnya. Di desa Bremi ini sebagian besar penduduknya adalah masyarakat Madura yang kadang tidak mengerti bahasa Indonesia sehingga agak sulit berkomunikasi. Perjalanan di mulai dari Kantor Polisi turun menuju pertigaan menuju arah perkebunan Ayer Dingin. Dengan melewati kebun penduduk yang kebanyakan ditanami jagung dan padi, selanjutnya akan memasuki kawasan perkebunan yang ditanami kopi dan sengon. Jalur semakin menanjak dan mulai memasuki kawasan hutan damar. Setelah berjalan sekitar 2 jam kita akan memasuki batas Hutan Suaka. Dari batas suaka alam, hutan semakin lebat dan jalur semakin terjal. Pendaki perlu waspada di kawasan ini banyak dihuni babi hutan. Perhatikan semak - semak yang bergerak dan suara khas babi yang sering muncul disekitar jalur pendakian. Bila kita sudah sampai di puncak bukit maka kita akan menemukan persimpangan jalur. Ambil lurus bila ingin terus menuju puncak, namun bila ingin ke Danau Taman Hidup harus berbelok ke kanan. Danau Taman Hidup adalah lokasi berkemah yang cukup luas. Di sekitar tempat ini kadang muncul babi hutan, kancil dan kijang, terdapat sebuah danau yang luas dan banyak ikannya sehingga dapat dipancing. Pendaki juga dapat mengambil air bersih dari danau ini. Tepian danau ini sangat berbahaya berupa rawa berlumpur, sehingga untuk mengambil air pendaki harus melewati jembatan dermaga kayu. Dari dermaga ini pendaki seringkali mandi berenang ke dalam danau. Namun perlu diperhatikan bila air sangat dingin berbahaya sekali untuk berenang. Ketika udara cerah bila pendaki berteriak maka sekonyong - konyong kabut akan muncul di atas danau, namun setelah diam kabut akan hilang lagi. Pendaki juga dapat mengelilingi danau untuk memancing ikan. Pada pagi hari kabut tebal menyelimuti danau sehingga berbahaya bila ingin mengambil air, karena dapat terjebak di rawa tepian danau. Untuk itu persiapkan air jauh sebelumnya ketika cuaca cerah. Meninggalkan Danau Taman Hidup pendaki harus berjalan ke arah semula menuju persimpangan dan belok ke kanan ke arah puncak. Jalur agak landai namun suasana hutansemakin lebat. Setelah berjalan sekitar 30 menit kita akan berjumpa dengan sungai kecil yang kering. Jalur selanjutnya semakin menanjak, di pagi hari di sepanjang jalur dapat kita temukanjejak Babi hutan, bahkan jejak kaki Macan yang masih baru. Selanjutnya kita akan memasuki kawasan hutan yang semakin gelap dan lembab, begitu dekatnya jarak antara pohon sehingga sulit bagi sinar matahari untuk menembusnya. Kawasan ini di sebutHutan Lumut karena semua pohon di areal ini ditutupi oleh lumut. Kesan angker dan menyeramkan sangat terasa ketika melewati daerah ini. Jejak Kancil, Menjangan, Babi hutan dan Macan dapat ditemukan di sepanjang jalur ini. Sekitar 1 jam melintasi hutan lumut kita memasuki hutan yang jarak pohonnya tidak terlalu rapat, sehingga kelihatan agak terang. Tumbuhan herbal dan rumput pun tumbuh subur. Jalur ini menyusuri lereng bukit dengan sisi kiri berupa jurang. Rumput yang tumbuh kadang begitu tingginya, sehingga menutupi jalur. Sesekali terdengar kicauan aneka jenis burung 30 menit selanjutnya kita akan tiba di lereng yang banyak batu - batu besar. Disini banyak terdapat pohon tumbang sisa kebakaran hutan. Kita harus melintasi 3 buah sungai kering dengan cara turun jurang dan naik lagi ke atas bukit. Bukit - bukit di depan kita banyak di tumbuhi rumput dengan pohon yang agak jarang. Sesekali terlihat Kancil atau Menjangan berlari - larian, sementara belasan lutung - lutung bergantungan di atas pohon. Sekitar 1 jam berikutnya kita sudah berada di lereng bukit yang banyak ditumbuhi rumput - rumput tinggi. Rumput - rumput ini seringkali menutupi jalur sehingga sangat menggangu. Di antara rerumputan Edelweis mulai tumbuh, pohon - pohon besar sisa kebakaran masih bertahan hidup dengan menumbuhkan daun - daun hijau yang baru Dengan menempuh waktu sekitar 30 menit melintasi rerumputan yang mengelilingi bukit kita akan tiba di sebuah sungai kecil yang airnya mengalir lancar. Pendaki dapat mendirikan tenda di daerah Kali putih ini. Berikutnya kita akan melintasi hutan cemara yang banyak ditumbuhi rumput - rumput yang tinggi, 1 jam selanjutnya akan tiba di padang rumput gimbal, rumput di sini berbentuk keriting dan tumbuh secara bergerombol. Perjalanan memutar mengelilingi puncak gunung dengan menyusuri padang rumput gimbal. Selanjutnya akan sampai di Sicentor. Sicentor adalah tempat pertemuan jalur Baderan dan Bremi yang bersatu menuju puncak. Di tempat ini kita dapat mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Di Sicentor terdapat sebuah bangunan dari kayu yang dapat digunakan untuk berlindung dari hujan dan angin. Dari Sicentor perjalanan mendaki bukit melintasi padang rumput dan padang Edelweis sekitar 1 jam perjalanan akan berjumpa dengan sungai yang kering. Setelah menyeberangi dua buah sungai kering kembali melintasi padang rumput dan padang Edelweis yang sangat indah. 1 jam berikutnya akan tiba di Rawa Embik. Untuk menuju puncak belok ke kiri, namun bila ingin beristirahat dapat mendirikan tenda diRawa Embik. Di tempat ini terdapat sungai kecil yang selalu berair di musim kemarau. Rawa Embik berupa lapangan terbuka sehingga bila angin bertiup kencang tenda dapat bergoyang - goyang dengan keras. Dari Rawa Embik kembali berbelok kearah kiri melintasi padang rumput, untuk menuju ke puncak yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Dari padang rumput berbelok ke kanan mendaki lereng terjal yang berdebu dan banyak pohon tumbang sisa kebakaran. Bila angin bertiup kencang pohon - pohon sisa kebakaran ini rawan tumbang sehingga harus berhati - hati.Tanah gembur berdebu juga rawan longsor harus berhati - hati melintasinya. Selanjutnya sedikit turun kita akan melintasi sebuah sungai yang kering dan berbatu. Kembali mendaki bukit yang terjal, kita akan berjumpa dengan padang rumput dan padang Edelweisyang sangat indah. Di depan kita nampak puncak Rengganis yang berwarna keputihan, terdiri dari batu kapur dan belerang. Puncak gunung Argopuro adalah bekas Kawah yang sudah mati, bau belerang masih sangat terasa. Puncak ini berbentuk punden berundak semacam tempat pemujaan, punden paling bawah selebar lapangan bola di sini banyak terdapat batu - batu berserakan. Keatas lagi selebar sekitar 10 x 10 meter, ke atas lebih kecil lagi. Selanjutnya kita akan melintasi bekas kawah yang banyak terdapat batu - batu kapur berwarna putih dan bau belerang. Pada puncak tertinggi terdapat susunan batu yang diyakini sebagai petilasan Dewi Rengganis. 
 
JALUR BADERAN 
Pendakian menuju puncak argopuro ini tidak seramai gunung-gunung lain di jawa timur, Pendaki wajib melaporkan diri Kantor Polisi Sektor Sumber Malang yang berada sekitar 1 km dari Baderan, atau pada kantor Perhutani yang berada tepat di pertigaan jalan Desa Baderan. 
Pendaki yang akan mendaki ke gunung ini disarankan untuk mengerti betul teknik dan medan yang akan dilalui karena tanggung jawab keselamatan apabila terjadi musibah di gunung ini adalah menjadi milik pendaki sendiri sehingga persiapan dan kekompakkan sangat diperlukan. Jalur yang dilalui selama perjalanan memang sudah cukup jelas tetapi harus melingkar dan naik turun beberapa bukit, waktu pendakian menuju puncak akan lebih lama. Oleh karena itu pendaki disarankan untuk memperhitungkan persediaan logistik minimal untuk keperluan 3 hari. Persediaan air bersih di gunung Argopuro ini sangat berlimpah, meskipun di musim kemarau. Mata air dapat ditemukan mulai dari kaki gunung hingga hampir puncak gunung. Pada musim hujan banyak sekali sungai-sungai kecil yang biasa kering di musim kemarau akan terisi air. Pacet atau Lintah pada musim kemarau tidak ada namun bila di musim hujan akan muncul banyak sekali. Pada waktu dan cuaca yang normal pendakian menuju puncak akan membutuhkan waktu sekitar 10 - 12 jam. Perjalanan akan dimulai dari desa Baderan, kendaraan angkutan desa berhenti di pertigaan ini, terdapat kantor Perhutani. Dari pertigaan ini kita berjalan menuruni jalan aspal sekitar 200 meter, kemudian berbelok ke kiri menapaki jalan yang diperkeras dengan batu. Sekitar 1 km kita akan berjumpa dengan sumber air desa, kita masih terus berjalan sekitar 1,5 km lagi menapaki jalan berbatu yang menyusuri lereng bukit yang banyak ditumbuhi dengan tanaman jagung dan tembakau. Selanjutnya perjalanan mulai memasuki kawasan hutan yang banyak dihuni babi hutan, lutung dan aneka burung. Setelah berjalan sekitar 3 jam kita sampai di Km 4,2 dimana terdapat mata air yang sangat jernih. Di tempat ini juga terdapat tempat terbuka yang dapat digunakan untuk mendirikan tenda. Tempat ini berada di punggung bukit sehingga bila ada angin kencang akan terganggu. Masih menyusuri hutan yang semakin lebat dan gelap, jalur menyurusi punggung dan lereng jurang yang sangat dalam. Di km 7 kita akan berjumpa dengan sungai yang kadang kering, bila hujan sungai ini akan terisi oleh air, mendaki bukit yang di tumbuhi pohon cemara, selanjutnya di km 8 menapaki padang rumput. Jalur selanjutnya di dominasi oleh padang rumput yang pemandangannya sangat indah. Setelah berjalan sekitar 5 jam kita akan sampai di km 15 di Cikasur, di sini terdapat sebuah lapangan datar yang sangat luas. Dahulunya pada jaman Belanda akan dibangun sebuah lapangan terbang. Masih terdapat sisa-sisa pondasi landasan, dan sisa-sisa bangunan yang sering dipakai untuk mendirikan tenda. Konon pendaki yang menginap di tempat ini sering mendengarkan jeritan-jeritan kesakitan para pekerja paksa yang disiksa dan dikuburkan secara masal dalam parit-parit yang mereka gali sendiri. Konon juga ada kebun bunga Tulip yang ditanam oleh tentara Belanda dan roh tentara tersebut masih menjaganya, pendaki yang pernah menemukan kebun ini dan memetik bunganya akan di kejar-kejar oleh hantu tentara Belanda tersebut. Terdapat sungai yang sangat jernih, yang airnya berlimpah meskipun di musim kemarau. Membuat ingin minum sepuas-puasnya dan ingin mandi menceburkan diri.Di Cikasur ini juga terdapat sebuah bangunan dari kayu yang dapat digunakan untuk berlindung dari angin dan hujan. Namun sayang kecerobohan pendaki dengan membuat api di dalam bangunan ini telah merusakkan lantai bangunan yang terbuat dari kayu. Dari Cikasur kembali menapaki padang rumput gimbal, yakni rumput yang daun - daunnya keriting. Perjalanan di siang hari akan terasa sangat panas dan melelahkan, namun bila kita menikmati pemandangan padang rumput yang indah ini kita akan lupa semua penderitaan selama perjalanan. Di kawasan padang rumput ini rawan kebakaran sehingga harus hati-hati bila membuat api unggun. Setelah berjalan sekitar 2 jam melewati beberapa padang rumput kita akan mendaki dua bukit yang banyak terdapat pohon-pohon sisa kebakaran hutan. Di tempat ini edelweis banyak tumbuh dan bunganya mulai bermekaran. Tempat ini pun rawan kebakaran, dan angin seringkali bertiup sangat kencang. Pohon-pohon sisa kebakaran sangat rawan tumbang, sehingga perlu hati-hati melewati jalur ini bila angin bertiup kencang. Setibanya dipuncak bukit kita akan menyusuri lereng gunung yang berada di sisi jurang yang sangat dalam. Di sepanjang jalur ini hutan sangat lebat dan masih banyak terdapat binatang-binatang, seperti lutung dan aneka burung. Jalur ini sangat berbahaya karena rawan longsor dan pohon-pohon mudah tumbang, sementera di sisi kita jurang yang sangat dalam. Selanjutnya kita akan tiba di ujung bukit, menuruni bukit yang sangat terjal dan menyeberangi sungai yang airnya berlimpah meskipun di musim kemarau. Kita telah sampai di Sicentor yakni pertigaan tempat pertemuan jalur baderan dan bremi yang bersatu menuju puncak. Di tempat ini kita dapat mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Di Sicentor terdapat sebuah bangunan dari kayu yang dapat digunakan untuk berlindung dari hujan dan angin. Dari Sicentor perjalanan mendaki bukit melintasi padang rumput dan padang edelweiss, sekitar 1 jam perjalanan akan berjumpa dengan sungai yang kering. Setelah menyeberangi dua buah sungai kering kembali melintasi padang rumput dan padang edelweis yang sangat indah. 1 jam berikutnya akan tiba di Rawa Embik. Untuk menuju puncak belok ke kiri, namun bila ingin beristirahat dapat mendirikan tenda di Rawa Embik. Di tempat ini terdapat sungai kecil yang selalu berair di musim kemarau. Rawa Embik berupa lapangan terbuka sehingga bila angin bertiup kencang tenda dapat bergoyang-goyang dengan keras. Dari Rawa Embik kembali berbelok kearah kiri melintasi padang rumput, untuk menuju ke puncak yang membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Dari padang rumput berbelok ke kanan mendaki lereng terjal yang berdebu dan banyak pohon tumbang sisa kebakaran. Bila angin bertiup kencang pohon-pohon sisa kebakaran ini rawan tumbang sehingga harus berhati-hati. Tanah gembur berdebu juga rawan longsor harus berhati-hati melintasinya. Selanjutnya sedikit turun kita akan melintasi sebuah sungai yang kering dan berbatu. Kembali mendaki bukit yang terjal, kita akan berjumpa dengan padang rumput dan padang edelweis yang sangat indah. Di depan kita nampak puncak Rengganis yang berwarna keputihan, terdiri dari batu kapur dan belerang. Puncak gunung Argopuro adalah bekas Kawah yang sudah mati, bau belerang masih sangat terasa. Puncak ini berbentuk punden berundak semacam tempat pemujaan, punden paling bawah selebar lapangan bola di sini banyak terdapat batu-batu berserakan. Ke atas lagi selebar sekitar 10 x 10 meter, ke atas lebih kecil lagi. Selanjutnya kita akan melintasi bekas kawah yang banyak terdapat batu-batu kapur berwarna putih dan bau belerang. Pada puncak tertinggi terdapat susunan batu yang diyakini sebagai petilasan Dewi Rengganis.
 
 Sekian sedikit info tentang Mitos dan Jalur Pendakian Gunung Argopuro,,Semoga bisa membantu..
 
sumber : http://chk2489.blogspot.sg

Misteri Arcopodo

Arcopodo, dua patung kembar di wilayah Gunung Semeru memang selalu menjadi misteri, terutama bagi pendaki Semeru. Berada di ketinggian 3.002 mdpl, hampir bisa dipastikan bahwa Arcopodo merupakan arca tertinggi di tanah Jawa, bahkan mungkin di Indonesia. Tetapi, dua arca batu yang salah satunya terpenggal kepalanya ini masih diliputi misteri. Termasuk siapa dua tokoh arca ini dan mengapa di buat.


Penemuan kembali Arcopodo telah mengonfirmasi banyak hal. Selain bahwa foto nampang pendaki kawakan, Norman Edwin, bersama arca ini benar adanya, Arcopodo juga menjadi penanda jejak pendakian suci di masa lalu menuju Puncak Mahameru, gunung tertinggi di Pulau Jawa.

Salah satu kendala untuk meneliti Arcopodo ini adalah sulitnya menjangkaunya. Bahkan, di beberapa literatur dan catatan perjalanan pendakian ke Semeru, Arcopodo statusnya dianggap hilang.

Norman Edwin Dan Arcopodo
Arkeolog Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono, awalnya juga terkejut saat mengetahui bahwa arca kuno itu ternyata masih ada. ”Oh, arca itu benar masih ada, ya?” kata arkeolog yang kerap mendaki Semeru ini.

Sejak publikasi berupa tulisan dan foto yang menggambarkan keberadaan dua arca ini oleh pendaki Mapala Universitas Indonesia, Norman Edwin, pada 1986 di Suara Alam, arca ini tak pernah lagi disebut - sebut. Norman pertama kali datang ke Arcopodo bersama rekannya, Herman O. Lantang.

Keduanya diantar oleh Tumari, cucu juru kunci Semeru pada waktu itu. Tumari yang memberi tahu Norman dan Herman bahwa kedua arca batu itu benar ada di Semeru. ”Reco itu sesungguhnya masih ada. Tempatnya memang di sekitar Recopodo, tetapi tidak terlihat orang,” ujar Tumari, sebagaimana ditulis Herman dalam buku Soe Hok-Gie, Sekali Lagi, 2009.

Bagi Dwi, keberadaan arca kuno di ketinggian itu sebenarnya cukup aneh karena di gunung tinggi, semuanya dianggap suci karena itu sudah tidak dibutuhkan bangunan suci. Meskipun demikian, jika dilihat dari bentuknya, keanehan menjadi terjawab karena terkait dengan fungsi dari tempat arca tersebut.

Dengan memperhatikan detail foto arca yang kami ambil, Dwi menyimpulkan, salah satu arca itu adalah sosok Bima. Dia kemudian membandingkan dengan foto arca Bima di Candi Sukuh di lereng Gunung Lawu. ”Badan dan tangannya mirip Bima. Jika memang benar Bima, itu sangat masuk akal karena Bima adalah perwujudan tokoh untuk tolak bala,” kata Dwi. Dengan demikian, tempat tersebut merupakan pemujaan yang difungsikan untuk ritual menghalau bencana dari puncak Gunung Semeru yang aktif.

Arcopodo
Dwi mengatakan, Arcopodo dengan danau di bawahnya, yaitu Ranu Kumbolo terkait, dan keduanya adalah tempat pemberhentian pendakian spiritual ke Semeru atau disebut satre. Jejak di Ranu Kumbolo bisa dilacak tahun pembuatannya karena adanya prasasti, sedangkan di Arcopodo tak terlacak sama sekali kapan pembuatannya.

Menurut Dwi, sesuai namanya Arcopodo sebenarnya berasal dari kata arca dan pada, yang dalam bahasa Jawa yang terpengaruh Sansekerta, pada artinya tempat. ”Jadi, arca pada adalah tempat arca,” katanya.

Arcopodo, sudah mendekati daerah berpasir hasil muntahan dari kawah Semeru. “Itu adalah satre tertinggi karena di atasnya sudah berupa pasir dan menuju puncak. Jadi perjalanan ke puncak gunung merupakan ritual yang sangat utama,” jelas Dwi.

Menurut Dwi, di kedua satre di Gunung Semeru itulah mereka melakukan ritual. Ranu Kumbolo tak hanya tempat upacara, tetapi juga tempat pengambilan air. Karena itu, di prasasti Ranu Kumbolo disebutkan tentang tirta yatra, yaitu perjalanan ke air atau tirta ( ranu ).

Prasasti Ranu Kumbolo kemungkinan dibuat pada masa Kerajaan Kadiri atau pada akhir abad ke - 12, sedangkan Arcopodo lebih muda lagi, di era Majapahit,” kata Dwi. Di sekitar Ranu Kumbolo juga ditemukan reruntuhan candi. ”Menandakan pendakian spiritual ke Semeru itu sudah ada sejak dulu, diduga jalur lamanya melewati Ngadas,” katanya.

Perjalanan spiritual ini, menurut Dwi, mirip dengan akhir kisah Mahabarata ketika Pandawa yang menuju ke suwarga loka di puncak gunung. Gunung Semeru, seperti disebut naskah kuno Tantu Panggelaran, yang dibuat sekitar abad ke - 15, awalnya merupakan gunung suci yang berasal dari Gunung Meru di India dan dipindahkan ke Pulau Jawa


sumber : http://www.belantaraindonesia.org

Misteri dan Mitos Di Gunung Semeru

Halo sobat,,kali ini saya akan berbagi info tentang Misteri dan Mitos Di Gunung Semeru..Setelah meledaknya film “5cm”, Gunung Semeru semakin ramai menjadi tujuan para pendaki. Nggak cuma para pendaki, wisatawan biasa pun berbondong-bondong mendaki gunung ini. Ekspos panorama Gunung Semeru di film itu memang mengundang daya tarik yang luar biasa. Mungkin kalian salah satu yang pernah menyusur keindahan gunung ini hingga ke puncaknya, yang dikenal dengan nama Mahameru.

Nggak perlu diragukan lagi, Semeru memang gunung yang superkeren. Keindahannya udah memukau banyak orang jauh sebelum film itu dibuat. Gunung Semeru memiliki tinggi 3.676 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung api tertinggi di Pulau Jawa. Selain menyuguhkan keindahan alam, Semeru menyimpan aneka misteri gaib. Masak, sih? Apa aja ya,?Berikut infonya
 
1.  Tersesat dalam Misteri
Larangan paling umum di setiap pendakian adalah dilarang berkata kotor dan perilaku yang tidak baik seperti menebang atau merusak tanaman. Jika lengah dan melanggarnya, Lo akan tersesat, seperti berputar-putar di tempat penuh misteri. Di Gunung Semeru, kejadian ini sering kali terjadi.

Selain itu menurut tim Search and Rescue (SAR) Lumajang, banyak pendaki yang tersesat karena mereka selalu sendirian, tertinggal dari rombongan, atau berada paling depan meninggalkan rombongan. Jadi, kalo Lo pergi berame-rame, jangan sok jalan sendiri deh. Konon puncak Mahameru diyakini sebagai tempat suci, tepatnya istana para dewa. Warga yang tinggal di lereng Semeru percaya roh para dewa masih setia menjaga Mahameru.

2.  Misteri Arcopodo
Inilah misteri yang paling terkenal di Semeru. Selepas hutan, ada sebuah dataran lapang yang diyakini menyimpan misteri Arcopodo, yang berarti arca kembar. Dalam legenda Mahameru, diceritakan bahwa di tempat tersebut terdapat dua arca yang berdiri kembar. Pendirinya adalah prajurit dari jaman kerajaan Majapahit.

Tapi,  keberadaan arca tersebut nggak bisa dilihat oleh sembarang orang. Hanya orang yang memiliki “kelebihan” khusus yang bisa mengetahui keberadaan arca kembar tersebut. Dan yang melihatnya pun, masing-masing memiliki beragam versi sendiri terkait wujud arca kembar tersebut. Ada yang berkata bahwa arca tersebut sebesar anak kecil. Namun ada juga yang mengatakan bahwa arca tersebut sangat raksasa sehingga bisa terlihat dari jauh. Dataran  Arcopodo ini adalah akhir pos pendakian sebelum Puncak Mahameru.

3.Kesurupan
Banyak kejadian kesurupan yang pernah terjadi di daerah Kelik. Di daerah ini memang sering ada kejadian pendaki yang terjatuh, hilang, atau tersesat. Beberapa batu penanda in memoriam terpasang di sana. Ada pendaki yang kesurupan seperti binatang, ada pula yang mengaku makhluk-makhluk tertentu yang ‘masuk’ ke dalam tubuh pendaki yang kesurupan itu.

4.  Hantu Wanita di Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo adalah danau tempat pendaki berkemah untuk beristirahat. Para pendaki yang berkemah sering melihat hantu wanita muncul dari tengah danau. Di malam bulan purnama, sering muncul penampakan di tengah danau yang diyakini sebagai Dewi Penunggu Ranu Kumbolo. Penampakan itu berupa gumpalan kabut tebal yang berputar-putar dan berubah menjadi seorang wanita.

5.  Misteri Ikan Mas di Ranu Kumbolo
Di Ranu Kumbolo terdapat ikan mas yang nggak diketahui asal-muasalnya. Menurut penduduk setempat, ikan-ikan itu adalah jelmaan para dayang Dewi Penunggu Ranu Kumbolo. Jangan sekali-kali menangkap atau memancing ikan-ikan tersebut jika Lo nggak ingin ketemu peristiwa aneh.

6.  Mbah Dipo
Mbah Dipo mirip Mbah Maridjan, 'juru kunci' Gunung Merapi. Mbah Dipo tinggal di Dusun Kamar A, daerah yang sangat rawan kalo Semeru benar-benar meletus dan mengeluarkan lahar panas.  Hanya Mbah Dipo ini yang bisa menangkap tanda- tanda tersebut. Namun sayang, nggak ada lagi juru kunci Semeru karena Mbah Dipo telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Seandainya Semeru benar-benar meletus, konon, hanya satu pesan Mbah Dipo:  Jangan pernah lari ke arah Desa Gunung Sawur tapi larilah menuju ke arah sungai. Jelas belum ada yang ngerti maksudnya karena syukurlah Semeru masih aman-aman aja.

Wah ceritanya seru bener ya. Semua misteri itu nggak akan bikin Kalian mengurungkan niat ke Gunung Semeru, kan? Keindahan Gunung Semeru yang luar biasa itulah misteri yang membuat banyak orang datang terus ke sana.Sekian dan semoga bermanfaat

sumber : http://hidupbanyakrasa.com

Tips Mendaki Gunung / Hiking Untuk Pemula

Halo sobat,,kali ini saya akan berbagi info tentang Tips Mendaki Gunung / Hiking Untuk Pemula,,Mendaki gunung adalah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapapun baik itu laki-laki, perempuan, anak-anak, orang tua dan manula sekalipun dapat melakukan kegiatan ini. Tentu saja kegiatan pendakian gunung perlu persiapan khusus, apalagi paradigma mendaki gunung memiliki adalah kita bermain di alam bebas, bermain di tempat yang tidak lazim ditinggali oleh manusia.
Dibawah ini ada beberapa tips buat para pendaki pemula dan pendaki berpengalaman sekalipun. kegiatan  pendakian gunung tidak hanya terbatas pada kegiatan treking, summit, foto-foto di puncak, turun kembali ke basecamp.  Tetapi ada suatu nilai yang dapat kita ambil maknanya seperti : menghayati paradigma kehidupan, maksudnya adalah dalam pendakian gunung pastinya kita ingin sampai ke puncak walaupun melewati berbagai macam cobaan seperti tanjakan yang berat, sifat egois, haus, lapar, ngantuk, kendala cuaca, cedera, beban berat dan sebagainya. Paradigma ini mirip dengan konsep kehidupan kita yang sebenarnya. Dalam kehidupan, kita ingin meraih puncak kehidupan seperti karir yang bagus, sekolah yang tinggi, prestasi yang gemilang. Tentu saja untuk meraih semua itu kita akan melewati hadangan dan cobaan. Dengan mendaki gunung, kita akan mengerti seperti ini lah mikro kehidupan kita di dunia nyata.
Selain itu, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari mendaki gunung seperti menahan sifat egois, kerja sama tim, toleransi, tolong-menolong, melatih mental dan fisik dan melatih jiwa raga kita agar menjadi manusia yang mantab jasmani dan rohani.
Mendaki gunung merupakan salah satu hobi yang kian hari kian marak dan banyak digemari. Kegiatan pendakian gunung, sebagaimana kegiatan di alam bebas lainnya, selalu penuh petulangan yang menantang, bahkan terkadang ekstrim.
Karena hal itu, sebelum melakukan pendakian, setiap pendaki harus melakukan persiapan yang matang. Jangan sampai kegiatan yang bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dan kepuasan diri ini berakibat yang merugikan buat diri pendaki dan alam. Tips-tips mendaki gunung buat pendaki pemula berikut mungkin sedikit membantu persiapan pendakian gunung tersebut.

TIPS PENDAKIAN UNTUK PEMULA
1. Perencanaan pendakian
Tips pertama adalah melakukan perencanaan pendakian dengan matang. Pemilihan lokasi, rute pendakian, kondisi cuaca, jumlah pendaki, jangka waktu, akan mempengaruhi perbekalan dan peralatan yang musti dipersiapkan. Jangan lupa untuk mendapatkan ijin resmi dari pihak-pihak terkait.
2. Mempersiapkan fisik dan mental
Tips selanjutnya adalah mempersiapkan fisik dan mental seperti dengan melakukan olah raga secara rutin agar badan tidak kaget saat melakukan pendakian.
3. Mempelajari dan harus mengetahui mengenai medan dan rute yang akan dilalui
Penguasaan medan dan rute merupakan sebuah hal yang sangat penting. Paling tidak dalam satu kelompok pendakian gunung musti ada lebih dari satu orang yang benar-benar telah menguasai medan dan mengatahui rute dan jalur pendakian.
4. Mempersiapkan perlengkapan yang efektif dan berdaya guna besar
Perlengkapan hendaknya disesuaikan dengan lokasi, rute, jangka waktu, jumlah pendaki dan kondisi cuaca. Namun beberapa peralatan yang sangat penting diantarany: tas khusus pendaki (carrier), sepatu trekking, jaket, jas hujan, matras, sleeping bag, baju ganti, alat penerangan seperti senter, korek api, tenda, kantong plastik, kompor dan peralatan masak mini, alat komunikasi, tempat air, dan peralatan survival dan obat-obatan.
Tips dalam memasukkan peralatan dalam carrier hendaknya dengan komposisi barang yang paling berat di posisi atas sedangkan barang yang lebih ringan di bagian bawah. Pengaturan ini berguna agar pada saat carrierl digunakan, beban terberat berada di pundak, bukan di pinggang agar kita tidak cepat lelah karena menahan beban yang berat akibat kesalahan packing.
Barang-barang bawaan sbelum dimasukkan tas dibungkus dahulu dengan menggunakan kantong plastik. Tips ini untuk mencegah barang menjadi basah (berfungsi sebagai lapisan anti air) atau tercampur dengan peralatan atau pakaian kotor dan basah yang telah dipergunakan.
5. Mengatur manajeman logistik dan bahan makanan yang mencukupi
Tips membawa makanan dalam mendaki gunung juga penting. Bawalah makanan yang ringan, ringkas namun cukup mengandung kalori. Juga bahan makanan yang cepat dimasak. Jangan membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol karena meskipun hangat namun minuman beralkohol dapat memicu pecahnya kapiler darah karena terlalu cepatnya kapiler darah memuai dalam tubuh.
6. Memperoleh izin dan melapor pada pos pendakian
Sebelum pendakian dilakukan musti melapor dan memperoleh izin dari pihak-pihak terkait terutama di pos pendakian. Di pos pendakian ini, isilah buku tamu dengan mencantumkan lama pendakian, alamat lengkap dan nomor telepon keluarga atau teman yang dapat dihubungi bila terjadi musibah di gunung. Setelah kembali (turun) dari mendaki gunung jangan lupa untuk melapor kembali ke Pos Pendakian.
7. Tidak merusak alam dan menjaga lingkungan sebaik-baiknya.
Menikmati keindahan alam tanpa merusak atau menyakiti alam tentu akan semakin indah. Karena itu selama pendakian hindari perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keindahan dan keseimbangan alam seperti melakukan aksi coret-coret (vandalisme), menebang tumbuhan sembarangan, menangkap hewan, memetik bunga (seperti edelweiss), maupun membuang sampak non-organik
Sampah, terutama sampah plastik yang dihasilkan selama pendakian hendaknya dikumpulkan dalam kantong plastik dan dibawa turun gunung dan dibuang di tempat sampah di pos pendakian. Tips ini sesuai dengan semboyan yang biasanya dipegang oleh pencinta alam:  jangan pernah meninggalkan apapun di gunung kecuali tapak kaki dan kenangan.
Jika selesai menyalakan api unggun, matikan hingga betul-betul padam termasuk bara apinya dengan menyiram air atau menutupnya dengan tanah. Juga ketika membuang putung rokok, matikan dulu bara apinya. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan.
Dengan melakukan tips-tips mendaki gunung di atas, pendakian yang dilakukan meskipun oleh pemula dapat terlaksana sesuai harapan dan terhindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti tersesat ataupun terkena hipotermia. Karena pada prinsipnya, sebuah pendakian gunung bukanlah sekedar untuk mencapai puncak gunung belaka, namun juga musti mampu kembali pulang.
Sekian info tentang Tips Mendaki Gunung / Hiking Untuk Pemula..Semoga bermanfaat

sumber : ase7adventure.wordpress.com

Older Posts Home